Cosplay photo sales exhibition

Cosplay

cosplayjp

Have you ever heard of “Sales exhibition for Cosplay photos”? In Japan, the sales exhibitions for Cosplay photos are very popular among people who loves cosplayers. Basically the event holds at a small venue because the cosplayers organize the events on their own in most of the case. The benefit for attendees are they can meet and talk Cosplayers, take their photo and then purchase their photo data in DVD-ROM. For Cosplayers, they get a chance to sell their photos to their fans. Since they are closed events, some cosplayers shows too much….but it’s a different world I’m not in.

Japanese cosplayer funs are very enthusiastic about collecting the Cosplayer’s photo. In the DVD-ROM, you can enjoy some specific cosplayer photo on your own which are not on the internet. They think that they are special photos only for me….:). I think the DVD-ROM is a great idea for both…

View original post 174 more words

Advertisements

Is Otaku spouse hunting successful?

Likes it ^^

cosplayjp

It is difficult to translate from Japanese to English directly sometime. Otaku and Spouse hunting are words we’re straggling to explain the words explicitly. According to Wikipedia, here is the explanations.

Otaku – Otaku (おたく/オタク) is a Japanese term used to refer to people with obsessive interests, particularly (but not limited to) anime and manga.

Spouse hunting is a type of activity to look for spouse when you really want to get married. We call the spouse hunting “Kon-katsu”. Kon comes from marriage (Kekkon) and Katsu does from an activity (Katsu-do). So you know, Japanese is very tricky language sometime:).

Generally speaking, Otaku people are so shy that it is difficult to find a girlfriend/boyfriend. Then some organization provides a place and chance to meet Otaku girls and Otaku boys for their marriage in the future. Interestingly, 50% of people who attend the events are able to find their partner…

View original post 92 more words

Tips dan trik hidup hemat di Jepang

Jepang adalah salah satu negara dengan biaya hidup tertinggi di dunia. Untuk hidup di Jepang, tentu kita harus hemat dan cermat dalam pengelolaan keuangan. Berdasarkan prinsip ekonomi “dengan pengorbanan tertentu memperoleh hasil maksimal” maka hidup hemat dan cermat sepertinya menjadi wajib dijalani, terutama bagi mahasiswa asing yang hidup mengandalkan kerja sambilan dan beasiswa yang jumlahnya terbatas. Dimulai dari kebutuhan pokok (pangan, sandang, papan) serta kebutuhan lainnya. Setelah tinggal di sini lebih dari 5 tahun, penulis jadi sedikit mengerti celah-celah untuk hidup hemat di Jepang.

Makanan dan minuman

Tentu saja, memasak sendiri adalah cara paling tepat dalam menghemat pengeluaran untuk makan. Bahan makanan yang dibeli pada saat sale, misalnya saat menjelang toko/supermarket tutup, akan menjadi sangat murah karena diskon yang cukup besar. Belanja di supermarket grosir/pasar juga menguntungkan karena mereka menawarkan barang yang sama dengan supermarket biasa dengan harga yang jauh lebih murah. Apalagi kalau belanjanya saat sale, bisa-bisa harganya lebih murah daripada di Indonesia. Bagi yang beragama Islam, daging halal biasanya diimpor dari negara-negara non-muslim seperti Brazilia dan Australia, dan alhamdulillah harganya murah jika dibandingkan dengan daging Jepang. Ada juga beberapa daging halal dari Jepang, tapi tentu saja harganya cukup mahal.

Selain masak, makan di luar juga bisa menjadi pilihan selama kita bisa mensiasatinya. Ada beberapa family restaurant seperti Saizeriya, Gusto dengan harga yang cukup terjangkau. Atau sushi muter (Kappa Sushi, Sushiro) yang sepiringnya hanya 105 yen, yang bahkan lebih murah daripada makan sushi di Indonesia. Apalagi kalau datangnya saat-saat promo, bisa 84 yen sepiring! Ada juga restoran Jepang (Meshiya) yang memberikan diskon 50% jika kita makan di sana satu jam sebelum tutup.

Untuk minuman, air dari kran bisa diminum langsung. Jadi nggak perlu beli air mineral atau merebus air kecuali saat ingin minum minuman panas. Saat pergi ke restoran pun, biasanya air putih dan teh termasuk servis restoran, jadi kita nggak perlu bayar untuk minuman. Di Indonesia, harga makanan memang tidak semahal di Jepang, tapi kalau ditotal dengan keharusan membeli minuman di Indonesia, maka seringkali harga seporsi makanan plus minumannya di restoran di Indonesia lebih mahal daripada seporsi makanan di restoran Jepang yang murah.

Pakaian

Di negara yang mengenal 4 musim seperti Jepang, pakaian jadi harus disesuaikan dengan musim. Berbelanja pakaian saat sale di akhir musim bisa jadi salah satu cara menghemat. Misalnya saat musim digin segera berakhir, pakaian musim dingin akan didiskon habis-habisan, kalau kita belipun masih bisa dipakai saat itu (biasanya orang Indonesia nggak tahan dingin), atau disimpan untuk musim dingin berikutnya. Toko pakaian yang harganya cukup terjangkau dan cukup baik kualitasnya adalah Uniqlo.

Tempat tinggal

Bagi mahasiswa, sebisa mungkin manfaatkan fasilitas asrama dari kampus. Biasanya universitas di Jepang menyediakan asrama untuk mahasiswa asing, walaupun hanya bisa tinggal di sana selama satu tahun. Keuntungan tinggal di asrama, selain harga sewanya yang jauh lebih murah (biaya sewa per bulan hanya 1/5-1/4) daripada apartemen/mansion, adalah tidak usah membeli furnitur seperti meja, kursi, tempat tidur serta peralatan eletronik seperti kulkas, mesin cuci, dan lain-lain karena semuanya sudah tersedia. Selain itu bisa berteman dengan mahasiswa asing dari berbagai negara yang tinggal di asrama. Sayangnya, jumlah kamar di asrama sangat terbatas dan tidak semua orang mendapat kesempatan tinggal di asrama.

Jika tidak mendapat asrama kampus, bisa tinggal di asrama JASSO yang biaya sewanya relatif sama dengan apartemen yang murah, namun dengan kualitas bangunan yang bagus dengan kamar yang dilengkapi furnitur. Kalaupun ternyata harus tinggal di apartemen karena tidak bisa tinggal di asrama, tinggal bersama teman bisa jadi pilihan untuk menghemat. Sayangnya apartemen di sini biasanya kosong sama sekali, jadi kita harus mengisi sendiri furnitur dan peralatan elektronik. Untuk mengisi apartemen, beli di toko recycle bisa jadi pilihan, karena harganya yang murah, dan kalau pintar memilih kita bisa dapat barang yang masih bagus walaupun bekas. Atau membeli yang baru tapi murah lewat website seperti Rakuten dan Kakaku yang kadang bebas ongkos kirim kalau sedang ada promo. Cara lain yang lebih murah, beli barang-barang dari Sayonara sale, semacam “warisan” dari orang yang akan meninggalkan Jepang dan kembali ke negaranya. Biasanya beberapa barang bahkan diberikan secara cuma-cuma.

Kebutuhan buku

Untuk mahasiswa, beli buku pelajaran bisa dari koperasi kampus, yang jika menjadi anggota koperasi bisa dapat diskon sampai 10%. Cara lebih hemat, beli buku bekas lewat internet di situs seperti Amazon. Walaupun buku bekas, kita bisa memilih ingin buku yang super murah dengan kualitas seadanya atau yang sedikit mahal tapi seperti baru. Orang Jepang biasanya tidak bohong dan punya standar tinggi dalam menuliskan kualitas. Kalaupun ada cacat mereka akan sampaikan apa adanya. Mereka pun biasanya apik dan cermat merawat buku, jadi buku bekas pun bisa seperti baru.

Transportasi/Jalan-jalan

Sebaiknya pilih tempat tinggal yang tidak terlalu jauh dari tempat aktivitas utama, misalnya kampus bagi mahasiswa. Senangnya, di sini bisa jalan kaki dan naik sepeda ke mana-mana. Lumayan bisa sekalian olahraga menggerakkan badan. Kalaupun terpaksa tinggal di tempat yang agak jauh dari kampus dan harus naik kereta/subway/bus, biasanya ada commuter pass yang sangat murah apalagi kalau dapat student discount. Untuk jalan-jalan, ada free pass yang bisa dibeli tergantung kebutuhan, misalnya jika ingin jalan-jalan di Kansai ada Kansai Surutto Pass yang bisa digunakan untuk naik kereta dan subway di Kobe, Osaka, Nara, dan Kyoto. Ada bus pass dari Willer yang cukup murah untuk keliling Jepang naik bus, atau 18kippu dari JR untuk naik kereta JR se-Jepang.

Biaya kuliah

Bagi penerima beasiswa Monbukagakusho, tidak ada biaya kuliah dan uang pangkal masuk universitas. Bagi mahasiswa dengan biaya sendiri, bisa mengajukan keringanan biaya ke kampus. Kalau dapat, bisa nggak usah bayar sama sekali biaya kuliah, atau separuhnya.

Hobi

Tergantung apa hobi kita sebenarnya. Buat yang hobi bertualang, bisa mencoba menjelajah Jepang dengan tiket-tiket murah yang sudah disebutkan di bagian transportasi. Buat yang hobi olahraga, di sini fasilitas olahraga cukup lengkap dan biayanya relatif terjangkau jika menyewa lapangan indoor di tempat-tempat seperti community center. Fotografi juga asik karena banyak objek menarik, dan harga kamera dan lensa dengan kualitas bagus juga tidak semahal di Indonesia. Membaca juga bisa jadi hobi yang menyenangkan, ada toko buku bekas seperti Book Off yang menyediakan buku-buku super murah. Beberapa buku juga ada dalam bahasa Inggris serta bahasa asing lainnya. Dan tentu saja Amazon yang menyediakan jenis buku apapun. Buat yang suka nyanyi, karaoke di sini menyenangkan dan murah tentunya! Apalagi kalau ambil free time.

Telepon

Banyak mahasiswa asing memilih telepon genggam Softbank karena menyediakan fasilitas sms gratis selama 24 jam dan telepon gratis sesama Softbank jam 1 pagi sampai 9 malam. Untuk mahasiswa, bisa memilih gakuwari yang bisa gratis abonemen per bulan selama 3 tahun. Untuk telepon internasional ke Indonesia, pakai Skype adalah pilihan terbaik. Dengan kualitas lumayan dan tarif telepon yang murah, Skype biasa jadi pilihan. Sayangnya harus ada internet untuk pakai Skype. Jika nggak punya internet, bisa pakai kartu seperti Brastel untuk sms dan telepon ke Indonesia dengan tarif bersaing. Sms murah bisa pakai sms pelangi lewat telepon genggam maupun komputer dengan tarif hanya 10 yen/sms dan penerima di Indonesia bisa membalas sms dengan tarif lokal.

Sumber : PPI SENDAI

Tips-tips Dasar untuk Cosplayer Baru dan Teman-teman yang Berminat Cosplay

 

Konnichiwa! Minna-san genki?

Kali ini saya akan berbagi tips buat para cosplayer yang tergolong baru dan teman2 yang baru mau bercosplay. Namun sebelum itu, tentu kita perlu tahu dulu; sebenarnya definisi atau arti COSPLAY itu apa ya?

Menurut Wikipedia (saya terjemahkan dengan kata2 yang lebih mudah dimengerti dan saya tambahkan kata2 versi saya agar mudah dimengerti juga):
Cosplay (コスプレ, kosupure), kependekan dari “costume play” adalah suatu tipe seni performance/pertunjukan di mana pesertanya (disebut Cosplayer) memakai kostum dan aksesori untuk merepresentasikan karakter tertentu. Karakter-karakter tersebut paling sering berdasarkan dari karakter-karakter Jepang (misalnya Naruto, SailorMoon, Doraemon, Bleach, dan sebagainya), Namun tidak jarang juga, karakter-karakter itu berasal dari kartun/komik/film Amerika (Hollywood) bahkan karakter fiksi ilmiah. Singkatnya, bisa berasal dari karakter apapun; baik itu dari dunia animasi, kartun, komik, manga, manhwa, film, game, virtual, graphic novel, dan sebagainya.

Istilah Cosplayer sendiri merupakan sebutan untuk orang-orang yang bercosplay.

Cosplay di Indonesia terbagi dalam beberapa kategori berdasarkan sumber karakter yang di-cosplaykan:

  • Kategori anime, manga, manhwa: ini tentu sudah jelas. Cosplay dengan kategori ini memakai karakter dari anime Jepang dan manga (komik Jepang). Misalnya: Naruto Uzumaki dari manga Naruto, atau Nobita Nobi dari anime Doraemon, atau bahkan Gundam Exia dari anime Gundam 00. Contoh manhwa adalah Tiger Wong, Tapak Sakti, dll.
  • Kategori game: merupakan Cosplay yang memakai karakter dari game-game console apapun. Misalnya: Cloud Strife dari game Final Fantasy VII, atau Mishima Kazuya dari game Tekken.
  • Kategori Tokusatsu: merupakan cosplay dengan memakai karakter dari serial Tokusatsu. Yang termasuk di dalam ini adalah dari serial Kamen Rider, Ultraman, Sentai (Power Ranger termasuk di dalamnya),  Gavan, Sharivan, dan sebagainya
  • Kategori US Cosplay: merupakan cosplay dengan memakai karakter dari superhero US seperti Iron Man, Wonder Woman, Superman, Robocop, dan sebagainya.
  • Kategori lain: yang termasuk dalam kategori ini bisa saja dari film, novel, dan sebagainya. Misalnya Jack Sparrow dari film Pirates of the Caribean
  • Kategori original: sebenarnya kategori ini hanya ada di Indonesia. Kita bisa saja punya ide untuk membuat character ciptaan kita sendiri. Kita gambar, kita tentukan sifat-sifat si karakter tsb, lalu kita cosplaykan.

Apakah kata-kata di atas terlalu sulit dimengerti? Hmm…kalau begitu kita ambil contoh konkret saja. Misalnya nih, saya suka banget sama karakter Sailor Moon dari manga/komik Sailor Moon. Lalu saya ingin “menjadi” dia di dunia nyata. Maka, saya buat kostumnya, saya style wig-nya. Lalu saya pakai dan saya berpose, berbicara, berekspresi serta berjalan seperti Sailor Moon. Nah, itulah Cosplay!
Keasyikkan utama dalam Cosplay itu sendiri adalah: kita dapat merealisasikan karakter yang kita sukai ke dunia nyata. Keasyikkan lainnya adalah kita dapat memiliki banyak teman dengan hobi yang serupa dengan kita.

Naaah, untuk teman-teman yang baru mau mulai bercosplay ataupun yang tergolong baru, ada beberapa tips untuk teman-teman semua agar bisa bercosplay dengan nyaman dan yg paling penting hepi! Mungkin saya bentuk dengan Q&A (Question&Answers) agar lebih enak dibaca.

Q: Saya ingin bercosplay, bagaimana caranya?
A: Mudah! Hal pertama yang terpenting adalah pilih karakter apa yang kita sukai. Bisa dari manapun. Cobalah tentukan dulu; kira-kira kita suka komik/ film/ graphic novel/ anime atau  kartun superhero apa. Lalu tentukan karakter kesukaan kita dari situ

 

Q: Apa kira-kira saya cocok dengan karakter yang ingin saya Cosplay-kan?
A: Itu tergantung karakter yang kita pilih. Sebaiknya kita memilih karakter yang secara fisik cukup cocok dengan fisik kita dan tidak terlalu jauh dengan bentuk tubuh kita. Apalagi kalo kita suka dan sanggup memainkan “peran maupun sifat” dari si karakter tersebut. Tidak perlu terlalu sempurna. Ingat aja, bahwa dalam dunia fantasi, hampir semua karakter tersebut pasti memiliki tubuh yang sempurna; bahkan nyaris mustahil ada di dunia nyata. Jadi, nggak usah terlalu memaksakan diri sendiri supaya bisa se-sempurna karakter fantasi tersebut. Yang penting: kita bisa menjiwai karakter tersebut dengan baik dan kondisi fisik maupun wajahnya cukup cocok (atau setidaknya mendekati) dengan fisik kita.

Jangan ragu-ragu untuk menanyakan ke teman-teman Cosplayer lain; apakah kira-kira kita cocok dengan karakter tersebut atau tidak.

 

Q: Wah…kok kostum karakternya susah sekali! Bagaimana ini?
A: Untuk awal-awal, tidak ada salahnya kita mencoba karakter dengan kostum yang tergolong simple. Asalkan detil kostum tepat apalagi ditambah dengan menjiwai sifat-sifat si karakter, maka “hiduplah” si karakter tersebut. Kostum simple namun rapi dan baik, disertai dengan wig yang tepat juga bisa terlihat sangat bagus kok. Kemudian, untuk kostum selanjutnya dan selanjutnya lagi, kita bisa memilih karakter dengan kostum yang sedikit demi sedikit lebih kompleks dan sulit. Dan kita juga bisa belajar untuk membuat aksesori/pernak pernik kostum kita.

Lakukan semuanya secara bertahap dengan sabar, Namanya juga belajar, pasti semua butuh proses. Nggak mungkin kita sendiri bisa langsung membuat kostum yang sulit secara instan!

 

Q: Saya ga bisa jahit. Tapi saya ingin buat kostum. Bagaimana ya?
A: Ada banyak cara untuk membuat kostum. Pertama, beli bahannya dan minta tolong ke penjahit untuk membuat kostumnya. Jelaskan dengan baik dan teliti ke penjahit (karena penjahit biasa umumnya tidak mengerti Cosplay. Di mata para penjahit tsb, kostum Cosplay hampir selalu kelihatan “nggak normal”). Makanya, jangan lupa bawa gambar karaktermu ke penjahit tersebut).

Kita juga bisa memesan kostum ke pembuat kostum khusus Cosplay. Sebutan untuk mereka adalah Costume-maker. Sekarang sudah ada teman-teman cosplayer kita yang juga berprofesi sebagai costume-maker.

 

Q: Rambut karakternya berwarna ungu! Saya cat rambut saya sendiri, atau beli wig?
A: Sebaiknya beli wig. Karena dengan wig, penampilan kita dalam bercosplay lebih rapi, akurat dan kita tidak perlu repot-repot pergi ke salon buat mengecat rambut kita. Lagipula, warna wig lebih bagus daripada warna rambut sendiri (yang dicat). Kecuali bila karakter tersebut mempunya warna rambut dan model yang memungkinkan bagi kita untuk memakai rambut asli sendiri.

Bingung gimana caranya styling wig? Kita bisa pergi ke salon untuk minta tolong styling atau minta tolong ke jasa Wig-stylist. Wig-stylist adalah sebutan untuk orang yang mengerjakan styling wig. Sudah ada juga beberapa teman-teman Cosplayer kita yang membuka jasa Wig-styling.

 

Q: Bagaimana dengan wajah saya, polos atau make-up?
A: Hampir semua karakter nampak sederhana, natural dan tanpa make-up. Tapi jangan lupa, untuk tampak natural pun kita perlu make-up. Apalagi bila kita menggunakan wig yang berwarna cerah. Make-up sangat perlu untuk membuat wajah kita cerah dan tidak “tenggelam” dalam warna wig. Perlu diingat bahwa untuk tampak cerah dan natural di foto pun kita perlu make-up. Jangan ragu untuk bertanya tentang bagaimana cara make-up Cosplay yang baik ke teman-teman Cosplayer kalian yang lebih berpengalaman.

 

Q: Wah…warna mata karakter saya biru, sedangkan mata saya berwarna coklat tua, bagaimana ini?
A: Tidak perlu kuatir. Sekarang pun banyak yang menjual softlens berwarna dengan berbagai merk dan warna. Bahkan yang bentuknya unik sekalipun (contoh: Sharigan-nya Uchiha Itachi dari Naruto).  Ada juga teman-teman Cosplayer yang menjual produk softlens berwarna untuk cosplay, baik yang berminus maupun tidak.

Namun kita juga perlu hati-hati. Apabila mata kita sensitif terhadap soft-lens, sebaiknya kita tidak perlu memaksakan diri untuk memakai soft-lens.

 

Q: Apa bedanya Cosplay dengan Fashion show?
A: Yang membedakan Cosplay dari Fashion Show adalah ada KARAKTER yang kita mainkan. Dalam Cosplay, selain kita memakai kostum suatu karakter, kita juga “memainkan jiwa” dari karakter tersebut. Kita “menjadi” karakter tersebut. Sementara dalam Fashion Show tidak. Misalnya bila kita Cosplay Sailor Moon; maka ekspresi, cara berjalan, cara bicara, gerak gerik dan pose kita pun harus seperti Sailor Moon

 

Q: Lalu bagaimana dengan Harajuku, Maid, Gothic atau Lolita? Apakah itu Cosplay?
A: Sebenarnya, Harajuku, Gothic, Maid ataupun Lolita kurang tepat disebut sebagai Cosplay. Karena dalam Cosplay kita tidak hanya sekedar berkostum, tapi juga memainkan peran karakter tertentu. Kecuali bila karakter tersebut memang berpakaian seperti Harajuku, Gothic, Maid, atau Lolita style (contoh karakter dengan pakaian Gothic style adalah Misamisa dari manga Death Note). Kalau hanya berpakaian Harajuku, Maid, Gothic atau Lolita style TANPA memerankan suatu karakter yang spesifik (berkostum tanpa berdasarkan suatu karakter), itu lebih tepat disebut sebagai COSWEAR atau COSTUMING atau POP  STREETSTYLE. Bahkan bisa disebut sebagai bagian dari FASHION biasa.

Tapi bukan berarti kita tidak boleh datang ke suatu acara Cosplay dengan hanya Coswear/Costuming. Tentu saja boleh.

 

Q: Saya ingin datang ke event/acara Cosplay. Bagaimana caranya?
A: Kini ada banyak sekali acara Cosplay. Bahkan mungkin setiap minggu ada. Pemberitahuan tentang event-event/acara-acara cosplay sekarang dapat dengan mudah kita lihat di Facebook. Teman-teman juga bisa mencari info tentang acara-acara Cosplay di website ini. Atau bisa juga teman-teman bertanya ke teman-teman cosplayer lain yang tahu.

 

Q: Saya ingin ikut lomba Cosplay. Bagaimana caranya?
A: Biasanya di pemberitahuan tentang acara-acara Cosplay, terdapat informasi tentang cara mendaftar sebagai peserta lomba Cosplay, berikut dengan biaya pendaftaran dan kategori Cosplay apa saja yang dilombakan. Atau kita bisa tanya ke Contact Person/CP yang terdaftar di pemberitahuan tersebut.

 

Q: Saya ingin datang saja nonton tanpa ikut lomba. Apakah boleh?
A: Tentu saja boleh! Banyak juga Cosplayer yang datang ke acara Cosplay dengan berkostum untuk sekedar ikut meramaikan acara atau sekedar kumpul-kumpul bareng dengan teman-teman Cosplayer lain. Bahkan ada juga yang tujuannya sekedar ingin berkenalan dengan teman-teman Cosplayer baru.

 

Q: Phoses/Fotoses itu apa?
A: Itu adalah singkatan dari Photosession, atau kadang disebut Photoshoot. Kegiatan itu adalah: satu orang Cosplayer atau lebih; berfoto-foto di suatu lokasi untuk membuat album foto. Umumnya, hampir selalu foto-foto itu untuk koleksi pribadi (biasanya untuk portofolio) atau untuk kepuasan pribadi. Kadang, Cosplayer-cosplayer yang meng-cosplaykan beberapa karakter dari suatu anime/manga/dsb yang sama, berkumpul, lalu pergi ke suatu lokasi yang sesuai dengan latar tema ceritanya untuk berfoto-foto.

 

Q: Bagaimana cara menjadi Cosplayer yang baik?
A: Ini akan saya bahas di artikel selanjutnya, tentang Tips Attitude Cosplayer

 

Q: Mengapa para Cosplayer yang sudah duluan Cosplay tersebut tidak mau meminjamkan atau menyewakan kostumnya ke kita?
A: Ada banyak alasannya. Salah satunya adalah karena kostum yang mereka buat selalu disesuaikan dengan ukuran tubuh mereka. Sehingga, bila dipinjamkan atau disewakan, kasihan ke yang meminjam/menyewa. Bisa-bisa ukurannya tidak cocok.
Selain itu, mungkin mereka pernah punya pengalaman pahit. Misalnya: setelah dipinjamkan, ternyata kostum tersebut malah jadi rusak karena tidak dirawat oleh si peminjam/penyewa dengan baik atau bahkan ada yang sampai hilang.

 

Q: Hmm….saya masih kurang mengerti tentang Cosplay dan cara buat kostum… Apa yang harus saya lakukan?
A: Simpel saja, jawabannya: Banyak bertanya. Banyak teman yang sudah berpengalaman Cosplay lebih duluan dari kita. Tentunya mereka sudah banyak pengalaman tentang apa itu Cosplay, bagaimana cara membuat kostum, dari bahan apa, beli wig di mana, dan sebagainya. Jangan sungkan bertanya. Malu bertanya, sesat di jalan. Perlu diingat juga bahwa sekarang ini cukup banyak oknum-oknum penipu berkedok “costume-maker” atau “props maker”, tapi pada kenyataannya membawa lari uang kita tanpa menyelesaikan pesanan kita. Makanya, kita perlu banyak bertanya ke teman-teman Cosplayer yang lebih berpengalaman untuk mendapat info tentang siapa saja costume-maker yang bisa dipercaya dan benar-benar profesional.

Namun jangan lupa untuk bertanya dengan sopan dan memperkenalkan diri lebih dulu. Soalnya banyak Cosplayer yang lebih berpengalaman; yang usianya lebih tua dari kita. Bila kita sopan dan bertanya dengan baik (tidak nyeleneh atau mengolok-olok) saya yakin, pasti teman-teman akan disambut dengan baik dan pertanyaan-pertanyaan kalian akan dijawab dengan baik pula.

 

Sekian dulu, semoga bermanfaat!

%d bloggers like this: