ASESOR AKREDITASI PNF

akreditasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan berdasarkan kriteria yang bersifat terbuka.

 Berdasarkan UU RI N0. 20/2003 Pasal 60 ayat (1) dan (3), akreditasi adalah kegiatan  yang dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan berdasarkan kriteria yang bersifat terbuka. Kegiatan akreditasi membutuhkan asesor akreditasi yang memiliki kualifikasi dan kompetensi untuk melakukan akreditasi program.

Akreditasi PNF

Akreditasi PNF adalah kegiatan penilaian terhadap kelayakan suatu program dan/atau satuan pendidikan berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh undang-undang dan/atau  peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi pendidikan nonformal (PNF). Setiap program dan satuan PNF harus memenuhi standar minimal yang telah ditetapkan pada SK Mendiknas No. 055/U/2001 tanggal 19 April 2001. Dalam UU RI No 20/2003 Pasal 35 ayat (1), aspek yang perlu distandarisasi terdiri atas 8, yaitu: 1)  isi, 2) proses, 3) kompetensi lulusan,          4) pendidik dan tenaga kependidikan, 5) sarana dan prasarana, 6) pengelolaan,   7) pembiayaan, dan 8)  penilaian. Ke delapan standar ini harus ditingkatkan secara berencana, berkala, dan berkelanjutan. Parameter akreditasi satuan dan program PNF menggunakan standar yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Akreditasi  PNF yang dilakukan pemerintah dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal (BAN-PNF)  berdasarkan PP no 19 tahun 2005 pasal 87 ayat 1c. BAN-PNF bersifat independen yang dibentuk dengan Permendiknas no 30 tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Pendidikan Non Formal, dan  keanggotaan BAN-PNF dan diangkat dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional. Pada tahun 2008, program PNF yang diakreditasi sebanyak 12 program yaitu PAUD, Paket A, Paket B, Paket C, Kursus Komputer, Kursus Bahasa Inggris, Kursus Sekretaris, Tata Kecantikan Rambut, Tata Kecantikan Kulit, Kursus Menjahit, Kursus Otomotif dan Kursus Akupuntur.

 

 Kompetensi dan Rekruitmen Asesor

Asesor adalah orang yang berkualifikasi untuk melakukan asesmen. Sedangkan asesmen merupakan suatu penilaian yang sistematik, terdokumentasi dan independen dengan mengumpulkan bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem manajemen mutu sesuai dengan kriteria asesmen. Dengan demikian, Asesor Akreditasi PNF adalah seseorang  yang mempunyai kualifikasi yang relevan dan kompeten untuk melaksanakan penilaian kelayakan program dalam satuan Pendidikan Nonformal. Seorang asesor memiliki kompetensi yang meliputi keterampilan dan pengetahuan tentang akreditasi serta atribut asesor. Atribut asesor yaitu diplomatis, sopan, berdisiplin diri, jujur, sabar, penuh perhatian, gemar bertanya, pandai menjelaskan, berpikiran terbuka, analitis, rajin, tidak mudah dipengaruhi, rajin mencatat, cermat menyimpan catatan, mendengarkan orang lain dan profesional.

Pada tanggal 20 Juni s.d 8 Juli 2008, rekruitmen asesor dilaksanakan dengan cara terbuka untuk memperoleh asesor yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, yaitu: (1) memahami program PNF, (2) memiliki pengalaman sebagai praktisi di bidang PNF, (3) lulus pelatihan asesor dan memiliki sertifikat kompetensi sebagai asesor akreditasi PNF, (4) bersedia membantu BAN-PNF. Selanjutnya BAN-PNF melakukan seleksi calon peserta pelatihan asesor akreditasi,

lalu mengundang 210 orang untuk mengikuti pelatihan calon asesor akreditasi yang dikelompokkan menjadi 2 angkatan masing-masing diikuti  oleh 105 orang di Hotel Horison, Bekasi, Jawa Barat. Peserta yang mengikuti pelatihan mewakili 15 provinsi yaitu: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Setelah selesai mengikuti pelatihan, calon asesor melakukan penugasan mandiri “Simulasi Akreditasi” dan mengirimkan hasilnya kepada BAN-PNF. Dari pelatihan tersebut BAN-PNF berhasil meluluskan 204 (dua ratus empat) orang dengan sertifikat sebagai Asesor Muda.

Klasifikasi, Peran, Tugas dan Kode Etik Asesor

Asesor diklasifikasikan menjadi 3 kategori, yaitu asesor muda, asesor dan asesor kepala. Klasifikasi tersebut dibedakan berdasarkan pendidikan, pelatihan dan pengalaman sebagai berikut :

Asesor  Muda

Asesor

Asesor Kepala

Pendidikan Minimal SMA Minimal SMA Minimal SMA
Pelatihan Lulus pelatihan Asesor Akreditasi Lulus pelatihan Asesor Akreditasi Lulus pelatihan Akreditasi
Pengalaman Penugasan mandiri “Simulasi Akreditasi” 2 x  Asesmen Kecukupan  (AK)

5 x  Asesmen Lapangan (AL)

3 x AK

5 x AL

5 x AL P (sebagai Pimpinan)

Asesor akreditasi yang berperan sebagai asesor kepala memiliki tugas sebagai berikut: merencanakan asesmen serta menggunakan sumber daya secara efektif,  berkomunikasi dengan asesi (lembaga pemohon akreditasi), mengelola dan mengarahkan anggota tim asesmen, memimpin asesmen termasuk membuka kegiatan asesmen (opening meeting) dan menutupnya (closing meeting), mencegah dan memecahkan masalah, menyiapkan dan menyelesaikan laporan asesmen. Asesor akreditasi yang berperan sebagai asesor memiliki tugas sebagai berikut: merencanakan asesmen, mempersiapkan checklist, melaksanakan rencana asesmen, berkomunikasi dengan asesi, mencatat dan melaporkan observasi secara jelas, menjaga dokumen asesmen, mematuhi peraturan, menjaga kerahasiaan.

Dalam melaksanakan tugasnya, asesor harus memiliki pemahaman yang baik tentang mekanisme pelaksanaan akreditasi, yaitu : (1) Permohonan akreditasi oleh lembaga PNF (asesi) kepada BAN-PNF yang telah memiliki izin penyelenggaraan program PNF sesuai dengan UU RI No. 30/2003 Pasal 62 dan telah melakukan kegiatan PNF minimal 1 tahun setelah mendapat izin Depdiknas. (2) Pengiriman surat jawaban disertai dengan lampiran instrumen akreditasi BAN-PNF kepada lembaga PNF. (3) Lembaga PNF (asesi) mengembalikan dokumen berupa instrumen yang sudah diisi dan disertai dengan lampiran-lampiran pendukung. (4) Setelah asesor menerima surat penugasan dari BAN-PNF, tim asesor menghubungi asesi yang akan diakreditasi. (5) Tim asesor melakukan evaluasi dokumen (Desk Evaluation) yaitu  penilaian kelengkapan dokumen hasil evaluasi diri satuan dan program PNF menggunakan ceklis Asesmen Akreditasi.   (6) Tim asesor menyusun Laporan Ringkas Asesmen Kecukupan Dokumen PNF Pemohon Akreditasi. Dari hasil kegiatan tersebut dapat dipergunakan untuk rencana pelaksanaan visitasi atau asesmen lapangan. (7) Tim asesor menghubungi asesi untuk konfirmasi jadual visitasi. (8) Tim asesor melaksanakan visitasi yaitu kegiatan kunjungan untuk meneliti kesesuaian dokumen/rekaman dengan kondisi yang ada di lapangan atau kesesuaian dengan standar. Visitasi dilaksanakan untuk kali pertama kegiatan asesmen dan nantinya dalam rangka melakukan surveilan. Ketika melakukan visitasi atau asesmen lapangan, tim asesor harus membacakan hak-hak asesi, yaitu: untuk dihormati atas kemampuannya, ditanya secara fair dan didengarkan, mendapatkan kesempatan menjelaskan, menunjukkan dan berubah pikiran, tidak dibentak, diases hanya dalam ruang lingkup, tidak dijebak untuk menjawab, mencatat, dan mengecek dengan supervisor. (9) Tim asesor menyusun Laporan Ketidaksesuaian Hasil Asesmen dan menyampaikannya pada asesi. (10) Setelah memperoleh laporan dari asesor, hasil akreditasi PNF ditentukan oleh rapat pleno BAN-PNF.

Keputusan terhadap hasil akreditasi ditentukan dalam dua kategori yaitu: Terakreditasi dan Tidak Terakreditasi. Bagi lembaga yang terakreditasi dinyatakan dengan sertifikat akreditasi yang dikeluarkan oleh BAN-PNF. Masa berlaku akreditasi adalah 5 (lima) tahun. Sebelum masa berlaku berakhir, lembaga PNF harus mengajukan akreditasi kembali paling lambat 1 (satu) tahun sebelum berakhir. Selain memahami mekanisme pelaksanaan akreditasi, asesor juga dituntut bersikap dan berperilaku profesional dengan integritas kepribadian yang tinggi. Untuk memandu dan mengarahkan sikap moral asesor akreditasi ke arah nilai-nilai yang dijunjung tinggi, diperlukan kode etik asesor. Kode etik asesor akreditasi PNF meliputi 7 butir kewajiban umum; 4 butir kewajiban terhadap lembaga yang diakreditasi; 3 butir kewajiban terhadap asesor, BAN-PNF dan pihak terkait lainnya; serta 3 butir kewajiban terhadap diri sendiri.

Dengan keahlian dan komitmen tinggi berdasarkan kode etik, asesor akreditasi PNF yang merupakan mitra BAN-PNF diharapkan dapat menjadi “ujung tombak“ dalam pelaksanaan akreditasi PNF. Keberadaan asesor akreditasi PNF di daerahnya masing-masing sangat membantu BAN-PNF dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan akreditasi. Oleh karena itu, komunikasi yang baik dan harmonis harus tetap terjalin antara sesama asesor dan BAN-PNF.

Referensi

BAN-PNF. 2008. Panduan Pelaksanaan Pelatihan Asesor Akreditasi Non Formal. Jakarta : BAN-PNF.

BAN-PNF. 2008. Panduan Pelaksanaan Lokakarya Pembekalan Asesor Akreditasi dan Sosialisasi Program Akreditasi PNF. Jakarta : BAN-PNF.

BAN-PNF. 2008. Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Akreditasi Pendidikan Non Formal Tahun 2008. Jakarta : BAN-PNF.

http://www.ban-pnf.net/pdf/KEBIJAKAN_BAN_PNF.pdf.

http://ban-pnf.net/pdf/RENSTRA_BAN_PNF.pdf

About ranianggita
I'm an ordinary girl. Sometimes I get so weird, I even freak myself out. Sometimes I can do anything to make me feel alive. because If I look, I will see, that this world is a beautiful ! ^_^ So, Let down your defences! Use no common sense! lol i want to be something different from another people. lol whatever with all people said about me. b'coz I can't become others. it's really annoying! XD i'm simple, don't care what will happen with all i did. i'm loyal. Yeah, that's true! i can't love more than one people. hmmmm... i love music. hehe.. b'coz, without music, this world is worse! And once again, i hate the rule! i know what i do. So please let me be free... Parents, you're my inspiration. without you, i can't live. ^^

Comments are closed.

%d bloggers like this: